Teruslahberbuat baik karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang bisa membawa kita kepada akhirat yang baik. Terimakasih sahabat, berkat kebaikan dari 494 donatur. Rumah Zakat bisa mendistribusikan sedekah pangan untuk para santri di Panti Asuhan Yatim Piatu Emeyodere sekaligus pondok pesantren.
Salahsatu lembaga filantropi terpercaya milik masyarakat Indonesia adalah Rumah Zakat, Rumah Zakat merupakan lembaga amil zakat yang memulai kiprahnya pada bulan Mei 1998 di Bandung, pada awal berdirinya, Rumah Zakat menggunakan nama Dompet Sosial Ummul Quro. Animo masyarakat saat itu menilai lembaga kemanusiaan seperti Dompet Sosial Ummul
Setiaporang juga wajib mengeluarkan zakat fithri bagi orang yang berada dibawah tanggungannya.Kadarnya 1 sho' (4 mud) = 2,175 gram,jika 1 mudnya 543,75 gram. atau 1 sho' = 2700 gram,jika 1mudnya 675 gram,yaitu dari makanan yang mengenyangkan atau makana pokok.Sebagian ahli fiqh yaitu mazhab Abu hanifah memperbolehkan menggantinya dengan
Rizkitinggal bersama ibunya yang sudah tidak bekerja lagi.
Seorang muslim tidak dikenai kewajiban zakat pada budak dan kudanya." (HR. Bukhari no. 1464) Dari sini, maka tidak ada zakat pada harta yang disimpan untuk kebutuhan pokok semisal makanan yang disimpan, kendaraan, dan rumah.(Lihat Az Zakat karya guru penulis Syaikh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thoyar, hal. 69-70)
Bahkanancaman Allah SWT sedemikian kerasnya untuk mereka yang menyepelekan kewajiban berzakatnya. Sesuai dengan firmanNYA dalam Quran surat at-taubah ayat 60 yang artinya: "sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para pengurus zakat (amilin), para mu'alaf yang memerdekaan budak.
BacaJuga: Zakat Uang Hasil Penjualan Rumah. Kedua: tabungan haji dan umrah yang masih berstatus sebagai tabungan termasuk harta yang terkena zakat. Namun biaya haji dan umrah yang telah dipakai atau sudah memasuki proses transaksi (dalam tahun yang sama dalam pemberangkatan), menurut sebagian ulama tidak terkena zakat. Itulah beberapa
NurEfendi melanjutkan, pihaknya ingin menduplikasikan dana-dana yang diamanahkan untuk benar-benar dimanfaatkan pada jangka panjang. Beberapa contoh pengelolaan wakaf produktif di Rumah Zakat di antaranya adalah kebun kelapa sawit di Aceh, lumbung pangan 19 desa di tujuh provinsi, kebun kopi di dua provinsi, dua minimarket di Jawa Barat, sekolah juara di Pekanbaru, klinik pratama di Semarang
Bisniscom, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk. bakal memberi sanksi tegas dengan mengubah skema kredit pembelian rumah subsidi menjadi nonsubsidi apabila ditemukan ketidaksesuaian kriteria debitur, seperti tidak menempati rumah tersebut.. Direktur Konsumer Bank BTN Handayani mengatakan perseoran telah memfasilitasi konsumen terkait beberapa persyaratan yang ditetapkan Kementerian PUPR
AMBON Siwalimanews - Sikap Elly Toisuta yang engยญgan menempati rumah dinas Ketua DPRD Kota Ambon terus menuai kritikan. Rumah dinas itu adalah simbol dari representasi rakyat. Olehnya itu, tak etis jika tidak ditempati. "Rumah dinas ketua DPRD itu simbol representasi rakyat, kaยญrena itu tidak ada pilihan lain daยญlam posisi sebagai seorang ketua DPRD kota maka harus segera ditempati
abrD. Pertanyaan Ayahku dan pamanku bersama-sama memiliki tanah produktif. Karena ada perselisihan seputar tanah ini di Pengadilan kami ingin mengetahui apakah diwajibkan zakat terhadap tanah ini atau tidak? Apakah seorang anak wajib mengeluarkan zakat ayahnya, karena saya adalah anak satu-satunya yang mempunyai pemasukan, sementara tanah adalah milik ayahku. Apakah wajib mengeluarkan zakat pemasukan dari sewa gedung yang nilai pasarannya 70 ribu dolar dan sewanya 150 dolar sebulan? Teks Jawaban Alhamdulillah. Pertama Tanah, gedung dan tokoh tidak ada zakatnya meskipun harganya mahal kecuali kalau untuk berdagang. Maksudnya bahwa pemiliknya berdagang dengannya, dengan membeli gedung kemudian dijualnya untuk mendapatkan keuntungan. Disebutkan dalam penjelasan hal itu dalam fatwa no. 10823. Dengan demikian, maka gedung yang disewakan tidak ada zakatnya, akan tetapi wajib zakat hasil dari sewa kalau telah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun. Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan, โBangungan berupa rumah, toko atau tanah untuk disewakan, zakat tidak diwajibkan pada pokoknya. Akan tetapi wajib zakat dari hasil sewa kalau telah sampai nisab dan berlalu satu tahun.โ Majmuโ Fatawa Ibnu Baz, 14/167. Dengan demikian, maka tidak ada zakat gedung yang disebutkan dalam pertanyaan, akan tetapi diwajibkan zakat hasil sewa kalau disimpan selama satu tahun dan telah sampai nisab. Nisab uang adalah senilai 595 gram perak. Untuk tambahan faedah silahkan melihat fatwa no. 223513 Kedua Seorang anak tidak wajib mengeluarkan zakat ayahnya. Karena zakat diwajibkan orang yang memiliki harta. Akan tetapi kalau seorang anak ingin berbuat baik kepada ayahnya dengan mengeluarkan zakat untuknya, hal itu tidak mengapa dengan seizin ayahnya. Hal itu disebutkan dalam penjelasannya dalam fatwa no. 130572 dan 177415. Wallahu aโlam.
JAKARTA - Salam pembaca, mulai pekan ini dan selama bulan Ramadhan, redaksi akan menayangkan tanya jawab seputar zakat bersama Bapak Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH, MA, MM, selaku Ketua Dewan Penasehat Syariah Dompet Dhuafa. Pertanyaan Assalamualaikum Wr Wb Adakah zakat kepemilikan jika kita membeli kendaraan atau rumah untuk digunakan sendiri? Musa Wijaya,Cibinong Bogor Jawab Waalaikumsalam Wr Wb Harta milik yang tidak produktif sebagaimana yang Anda sebutkan dalam hal ini kendaraan yang dipakai sehari-hari, dan rumah yang digunakan untuk tempat tinggal selama hidup, tidak wajib dizakati. Demikian pula dengan rumah milik Anda yang tidak ditempati dalam keadaan kosong, atau ditempati orang lain namun sifatnya gratis. Sebab, pengenaan wajib zakat pada dasarnya hanya dibebankan pada harta-harta dan atau benda-benda ekonomi yang menghasilkan produktif. Misalnya, rumah milik Anda yang disewakan kepada orang/pihak lain, atau kendaraan Anda yang direntalkan kepada orang/pihak lain dengan kewajiban membayar sekian rupiah. Adapun rumah yang Anda tempati selama ini untuk kehidupan sehari-hari, begitu pula dengan kendaraan yang Anda pakai untuk aktivitas usaha sehari-haria, tidak ada kewajiban zakatnya. Kecuali manakala dahulu ketika Anda membeli rumah dan atau membeli kendaraan itu uangnya belum pernah dizakati. Jika uangnya itu belum dizakati, maka Anda hitung jumlah uang yang digunakan untuk membeli rumah dan membeli kendaraan itu, kemudian dizakati sebsar 2,5 persen dari jumlah uang tersebut. Namun, satu hal yang patut diingat atau diingatkan di sini ialah bagaimanapun Anda dan kita semua tetap dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di samping berzakat, demi keberkahan dan kebersih-sucian harta yang Anda dan kita punyai itu. Persering dan perbanyaklah sedekah, insya Allah kehidupan kita dan Anda akan menjadi semakin barokah. Amin. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
ZAKAT BUMI DAN BANGUNANOleh Ustadz Kholid Syamhudi LcPerkembangan permasalahan zakat itu demikian pesat dan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat juga semakin meningkat dan membaik. Namun pengetahuan dan informasi seputar fikih zakat tidak setara dengan peningkatan semangat membayar zakat pada masyarakat, terkhusus masalah zakat tanah dan ini, tanah dan bangunan merupakan properti yang sangat dibutuhkan dan banyak digemari para pengusaha, karena kebutuhan masyarakat kepada bangunan rumah atau tempat usaha semakin hari semakin meningkat. Maraknya usaha properti ini belum seimbang dengan informasi seputar hak-hak yang harus dikeluarkan, diantaranya zakat sehingga perlu ada sosialisasi tentang pensyariatan zakat bumi dan bangunan ini dengan rincian dimaklumi dalam fikih zakat, bahwa hukum-hukum seputar zakat bumi dan bangunan berbeda-beda sesuai dengan niat pemiliknya. Hukum-hukum ini berubah sesuai dengan niat pemiliknya, apakah untuk niaga, sewa atau dipakai sendiri dan niat ZAKAT BUMI DAN BANGUNAN. Zakat bumi dan bangunan bila dikembalikan kepada istilah syariat dan etimologi bahasa Arab dinamakan zakat al-Iqรขr. Al-Iqรขr berdasarkan definisi dari para Ulama adalah tanah dan semua bangunan yang ada di atas tanah tersebut yang dimiliki oleh seseorang dengan salah satu cara kepemilikan yang diakui syariโat, misalnya menjadi miliknya dengan sebab membuka lahan baru, warisan, jual beli atau dengan sebab mengeluarkan zakat bumi dan bangunan ini tidak terpengaruh oleh cara kepemilikan, asalkan cara kepemilikan itu dibenarkan syariโat. Kewajiban zakat juga tidak terpengaruh dengan keadaan si pemiliknya yang sudah baligh dan berakal atau belum, yatim atau tidak yatim, pun tidak terpengaruh dengan status kepemilikannya terhadap tanah dan bangunan tersebut, maksudnya, dia sebagai pemilik tunggal atau milik orang banyak dan dia salah satu diantara yang atau tidaknya mengeluarkan zakat bumi dan bangunan tergantung pada niat si pemilik berdasarkan keumuman hadits Umar bin al-Khathab Radhiyallรขhu anhu yang berkataุณูู
ูุนูุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููููู ุฅููููู
ูุง ุงูุฃูุนูู
ูุงูู ุจูุงูููููููุงุชูุ ููุฅููููู
ูุง ููููููู ุงู
ูุฑูุฆู ู
ูุง ูููููุ ููู
ููู ููุงููุชู ููุฌูุฑูุชููู ุฅูููู ุฏูููููุง ููุตููุจูููุงุ ุฃููู ุฅูููู ุงู
ูุฑูุฃูุฉู ููููููุญูููุงุ ููููุฌูุฑูุชููู ุฅูููู ู
ูุง ููุงุฌูุฑู ุฅูููููููAku telah mendengar Rasรปlullรขh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โSesungghnya amalan itu tergantung pada niat dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrah untuk meraih dunia atau menikahi seorang wanita maka hijrahnya tersebut hanya kepada yang diniatkannya tersebut. [HR. Al-Bukhรขri].Terkait niat ini, kepemilikan bumi dan bangunan dan semisalnya dapat dibagi dalam lima kategoriBumi Dan Bangunan Yang Wajib Dizakati Yang masuk dalam kategori ini hanya satu jenis yaitu bumi dan bangunan yang disiapkan oleh pemiliknya untuk diperjual belikan. Bumi dan bangunan seperti ini wajib dizakati karena termasuk barang dagangan yang diwajibkan zakat dan masuk dalam keumuman dalil-dalil dari al-Qurโan dan hadits yang menunjukkan kewajiban zakat pada harta yang disiapkan untuk niaga; diantaranya Firman Allรขh Azza wa Jalla ุฎูุฐู ู
ููู ุฃูู
ูููุงููููู
ู ุตูุฏูููุฉู ุชูุทููููุฑูููู
ู ููุชูุฒูููููููู
ู ุจูููุงAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka [At-Taubah/9103]Firman Allรขh Azza wa Jalla ููููู ุฃูู
ูููุงููููู
ู ุญูููู ูููุณููุงุฆููู ููุงููู
ูุญูุฑููู
ูDan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian [Adz-Dzรขriyรขt/5119]Hadits Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu, beliau berkataุฃูู
ูุฑูููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููู ููุฎูุฑูุฌู ุงูุตููุฏูููุฉู ู
ูู
ููุง ููุนูุฏูููู ููููุจูููุนูRasรปlullรขh Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari semua yang kami siapkan untuk perniagaan. [HR. Abu Daud. Hadits ini dinilai sebagai hadits yang hasan oleh syaikh Bakr abu Zaid rahimahullah namun di lemahkan oleh syaikh al-Albani rahimahullah]. Ukuran Wajib Zakat. Ukuran zakat yang wajib dikeluarkan adalah 2,5 % dari nilainya ketika jatuh tempo wajib zakat. Misalnya, jika nilainya adalah Rp. maka dikeluarkan 2,5 % X = Rp. Mengeluarkannya Ketika telah genap setahun haul terhitung sejak tanggal kepemilikan bumi dan bangunan yang dipersiapkan untuk diperjual belikan tersebut atau terhitung sejak memiliki harta seharga bumi dan bangunan tersebut, maka pemiliknya berkewajiban menerapkan kaidah syarโiyyah dalam zakat barang dagang. Yaitu menghitung nilai bumi dan bangunan yang dimilikinya ketika genap setahun sempurna haul dengan patokan harga pasar kala itu, lalu mengeluarkan zakatnya 2,5% dari nilai tersebut, baik nilai itu sama dengan nilai saat dia membelinya, atau lebih rendah darinya atau lebih mahal. Haul mulai dihitung setelah mencapai nisab, baik dengan digabungkan dengan harta lain yang wajib dizakati seperti emas, perak atau barang dagangan lainnya atau dengan tanpa digabungkan dengan harta lainnya. Zakat diserahkan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat yang Allah Azza wa Jalla sebutkan dalam surat At-Taubah ayat berkewajiban mengeluarkan zakat namun saat itu dia tidak memiliki harta yang cukup untuk menunaikan zakat itu, misalnya, karena harta yang ada ditangannya kurang, maka zakat itu tetap menjadi hutang dalam tanggungannya sampai ia mendapatkan harta yang cukup untuk zakat kemudian mengeluarkannya. Sangat dianjurkan untuk mencatat kewajiban zakat yang menjadi tanggungannya itu agar tidak lupa dan bisa dikeluarkan setelah wafatnya dari warisan ketika tidak mampu mengeluarkannya sebelum wafat, karena keumuman sabda Rasรปlullรขh Shallallahu alaihi wa sallam ู
ูุง ุญูููู ุงู
ูุฑูุฆู ู
ูุณูููู
ู ูููู ุดูููุกู ููุฑูููุฏู ุฃููู ููููุตููู ูููููู ููุจูููุชู ููููููุชููููู ุฅููุงูู ููููุตููููุชููู ู
ูููุชูููุจูุฉู ุนูููุฏูููJangan sampai seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin diwasiatkan hingga ia bermalam dua malam kecuali wasiatnya tertulis. [Muttafaqun alaihi].Catatan Zakat yang berhubungan dengan bumi dan bangunan yang diniatkan jual beli tidak gugur kewajiban zakatnya oleh cara pembeliannya, baik dengan kontan atau termasuk syarat sah niat perdagangan pada tanah dan bangunan, penawaran kepada kantor pemasarannya, namun cukup dengan niat pemiliknya untuk yang berniat menggunakan tanah dan bangunannya untuk keperluannya seperti tempat tinggal kemudian berubah niat untuk memperjual belikannya, maka haul zakatnya dimulai hitungannnya dari tanggal niat barunya yang memiliki tanah dan berniat ketika memilikinya untuk menjualnya dengan niat untuk mahar atau kebutuhan lainya. Maka niat ini tidak menggugurkan kewajiban zakat. Zakat tetap wajib ketika sempurna haul pada nilai harga belinya apabila akhirnya dibeli atau ketika sempurna haul dari masa kepemilikan tanah apabila berakhir tanpa jual beli seperti diwariskan atau wasiat atau hibah. Kecuali bila telah terjual sebelum sempurna haul dan digunakan hasil penjualannya sesuai yang diniatkan sebelum masuk kewajiban zakat, maka tidak ada kewajiban zakat karena telah keluar dari kepemilikannya sebelum kewajiban yang berserikat dalam bisnis bumi dan bangunan, masing-masing dari mereka berkewajiban mengeluarkan zakat dengan syarat nilai sahamnya mencapai nishab, baik nishab itu terpenuhi hanya dengan saham yang ada pada bisnis bumi dan bangunan itu saja tanpa digabung dengan harta perniagaan lainnya ataupun nishabnya terpenuhi ketika digabung dengan harta perniagaan yang menukar bangunan yang disiapkan untuk niaga dengan bangunan lainnya yang juga untuk diperdagangkan atau dengan barang dagangan lainnya, maka haul terhitung sejak kepemilikan bangunan pertama yang diniatkan untuk jual beli, lalu zakatnya dikeluar ketika sempurna haul sempurna satu tahun.Orang yang mendapatkan warisan tanah dan dia tahu bahwa orang yang mewariskannya tidak mengeluarkan zakat tanah itu selama beberapa tahun namun si penerima dalam hal ini ahli waris tersebut tidak mengetahui, apakah orang yang mewariskan itu berniat untuk menjadikannya barang dagangan atau tidak? Maka dia tidak wajib mengeluarkan zakatnya beberapa tahun setelah wafat orang yang mewariskannya, maka setiap ahli waris mengeluarkan zakat dari bagiannya apabila dia berniat untuk menjadikan bagiannya barang dagangan dan haulnya terhitung sejak tanggal niat tersebut dan sampai nilai tanah dan bangunan yang sejak awal kepemilikannya berniat menjadikan barang dagangan lalu dia batalkan niatnya itu atau dia bimbang antara menjadikannya sebagai hunian atau menyewakannya, maka dalam keadaan seperti ini tidak ada kewajiban zakat padanya, karena tidak ada tekad kuat untuk memperjual atau bangunan yang disiapkan untuk diperdagangkan lalu dipinjamkan kepada orang yang memanfaatkannya, maka peminjaman ini tidak menggugurkan kewajiban atau bangunan yang diperdagangkan apabila telah dikeluarkan zakatnya untuk setahun atau lebih, kemudian terjadi sengketa dan dicabut kepemilikannya berakhir dengan penggagalan jual beli, karena tidak sah kepemilikannya. Maka dia tidak punya hak pengembalian semua zakat yang seorang menjual tanah atau bangunan miliknya yang dipersiapkan untuk jual beli, maka haul dari hasil penjualannya mengambil haul asalnya, artinya haul bumi dan bangunan itu masih berlanjut. Misalnya, tanah atau bangunan yang diniatkan untuk jual beli itu sudah menjadi miliknya selama sepuluh bulan kemudian terjual dan uang hasil penjualannya masih ada padanya atau digunakan untuk membeli tanah atau bangunan lain dengan niat perdagangan juga, maka jika sudah berlalu dua bulan dari waktu penjualan tersebut, si pemilik wajib mengeluarkan zakatnyaTanah atau bangunan yang zatnya tidak terkena zakat, tapi yang dihasilkan dari tanah dan bangunan tersebut terkena kewajiban zakat. Jenis ini ada dua 1. Tanah yang dipergunakan untuk pertanian. Tanahnya tidak terkena kewajiban zakat, tapi biji-bijian dan buah-buahan yang dihasilkan dari tanah tersebut terkena kewajiban zakat pada waktu panen atau petik, jika telah memenuhi syarat wajib zakat, sebagaimana dijelaskan dalam zakat hasil dikemudian hari, pemilik tanah pertanian itu merubah niatnya ke niat jual beli atau direncanakan akan diperjual belikan, maka tanah tersebut wajib dizakati ketika sempurna haul genap setahun terhitung sejak tanggal niat jual beli tersebut pemilik tanah pertanian menyewakan tanah kepada orang yang akan menggunakannya untuk pertanian dan sewanya dengan uang, maka pemilik tanah wajib mengeluarkan zakat dari hasil sewanya ketika telah berlalu satu haul genap setahun terhitung sejak hari transaksi dan mencapai nisab dengan harta itu atau dengan digabungkan dengan harta atau barang niaga yang dizakati. Apabila uang sewaan itu telah habis untuk memenuhi kebutuhan sebelum sempurna haulnya sebelum genap setahun sejak transaksi maka tidak ada kewajiban zakat sama sekali. Sedangkan zakat hasil pertaniannya tetap dibebankan kepada yang menyewa tanah itu pada waktu panen atau petik, jika hasilnya mencapai Bangunan yang disewakan Bangunan seperti ini tidak wajib dizakati tapi uang hasil sewanya wajib dizakati. Hasil sewa ini dalam bahasa fikih disebut dengan al-ghulah atau ar-riiโ. Apabila hasil sewanya mencapai nisab dan telah berlalu setahun haul dari tanggal transaksi sewa menyewa, maka si pemilik wajib menunaikan zakatnya dengan ukuran 2,5 %.Cara mengeluarkan zakatnya Hitungan haul uang hasil sewa bangunan dihitung sejak tanggal transaksi sewa menyewa. Apabila uang hasil sewa itu sendiri telah mencapai nisbab tanpa digabung dengan harta lainnya atau dengan digabungkan dengan harta yang wajib dizakati seperti emas, perak atau barang dagangan lainnya, maka si pemilik wajib mengeluarkan 2,5 % dari uang yang ada ketika sempurna haulnya dan diserahkan kepada orang-orang yang berhak mengambil uang sewa telah habis semua atau sebagiannya sebelum sempurna haul, maka tidak ada kewajiban menzakati harta yang telah habis namun si pemilik harta tetap wajib menzakati harta yang tersisa bila telah berlalu haul genap setahun dan sisanya masih mencapai bangunan yang disewakan itu milik beberapa orang, maka masing-masing berkewajiban membayarkan zakat jika bagiannya atau sahamnya telah mencapai nishab, baik nishabnya itu tercapai dengan cara digabungkan dengan harta perniagaan lainnya ataupun tercapai dengan bagian atau saham yang pada bangunan yang disewakan memiliki bangunan yang disewakan, namun seandainya ada orang yang berminat membelinya dan harganya sesuai akan dijualnya. Jika faktanya seperti ini, maka yang terkena kewajiban zakat adalah uang sewa bukan pada nilai bangunannya. Karena bangunan tersebut bukan barang dagangan. Pemiliknya tidak memiliki niat pasti untuk diperjual belikan, tapi karena ada yang berminat dan harganya cocok, maka dia bangunan yang disewakan, yang wajib dizakati adalah uang hasil sewanya, sehingga kewajiban ini tidak gugur karena bangunan itu digadaikan baik lembaga resmi atau atau Bangunan Yang Wajib Dizakati Dzat dan Hasilnya Yang masuk dalam ketegori ini adalah tanah atau bangunan yang disewakan dengan niat dijual belikan. Pemiliknya berniat menjualnya, namun sambil menunggu pembeli dan harga yang cocok, dia menyewakan bangunan tersebut. Dalam hal ini, ada zakat yang ditanggung oleh pemilik karena menjadikan bangunannya sebagai barang dagangan dan haulnya terhitung sejak niat jual belinya ada sebagaimana telah dijelaskan pada bagian pertama dan pemiliknya juga menanggung zakat dari uang hasil sewa yang terhitung haulnya sejak tanggal transaksi sewa menyewanya seperti dijelaskan atau Bangunan Yang Tidak Wajib Dizakati, Baik Dzatnya Ataupun Hasil Dan Manfaatnya. Tanah dan bangunan jenis ini tidak termasuk tiga kategori di atas. Pemiliknya tidak berniat untuk memperjual belikannya dan tidak berniat untuk mengembangkannya. Jenis ini ada beberapa bentuk, diantaranyaTanah atau bangunan yang diwakafkan untuk kebaikan masyarakat umum. Ini tidak wajib dizakati karena tidak ada atau bangunan untuk digunakan sebagai kebutuhan seperti tanah atau rumah untuk tempat tinggal atau tempat peristirahatan. Ini juga tidak terkena kewajiban zakat karena tidak dikelola untuk mencari keuntungan dan tidak bisa atau bangunan untuk membangun pabrik yang dikelola langsung oleh pemiliknya. Tanah seperti ini tidak terkena kewajiban zakat, namun bila disewakan untuk pabrik maka terkena kewajiban zakat yaitu pada hasil atau bangunan yang belum jelas niat pemiliknya, apakah akan dijual belikan atau tidak? Atau akan dijual atau disewakan ? antara digunakan sendiri atau dijual belikan?Tanah atau bangunan yang disiapkan untuk jual beli, namun ada penghalang yang menghalangi pemiliknya sehingga tidak bisa mengelola tanah atau bangunan tersebut, seperti tanah dan bangunan yang dipersengketakan sampai haulnya lewat tapi sengketanya belum selesai atau bangunan untuk kebutuhan seperti rumah untuk tempat tinggal. Apabila dia menjual rumah tersebut untuk membeli rumah yang lebih baik untuk ditempati, maka tidak terkena kewajiban zakat, karena ia menjualnya bukan dengan niat jual beli bukan dengan niat bisnis.MERUBAH NIAT UNTUK MENGHINDARI ZAKAT Ketika hukum-hukum zakat pada barang-barang yang bisa diperdagangkan itu sangat terkait erat dengan niat, padahal yang tahu niat seseorang itu hanya Allah Azza wa Jalla lalu si hamba tersebut, maka haram hukumnya orang yang berkewajiban menunaikan zakat merubah niatnya karena takut dan demi menghindari kewajiban seperti ini wajib bertaubat kepada Allรขh Subhanahu wa Taโala dengan melaksanakan niatnya yang benar. Apabila dia tidak bertaubat dan diketahui pasti dia sengaja merubah niatnya untuk menghindari kewajiban zakat, maka zakatnya tetap diambil oleh petugas. Misalnya seorang yang telah berniat menjadikan tanah atau bangunannya untuk diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan, kemudian ketika mendekati masa satu haul, ia merubah niatnya menjadi disewakan atau digunakan sebagai tempat tinggal, dan tujuannya merubah niatnya adalah menghindari atau takut terhadap kewajiban zakat, maka orang tersebut tetap diambil aโlamDiadaptasi dari Fatawa Jaamiโah Fi Zakat al-Iqaar karya Syeikh Bakr Abu Zaid rahmatullah, Dar al-Ashimah, KSA cetakan tahun 2000/1421 H.[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ Purwodadi Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]