Padasaat menggunakan jangka sorong untuk menyesuaikan ukuran,pengunci di tekan dengan ibu di geser sesuai ukuran yang di hendaki, kemudian pengunci di lepas lalu ukuran tersebut di baca. . 2.1.3 Proses Kerja Jangka Sorong Mengukur kedalaman dan diameter suatu benda dapat diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hal itu
Jangkasorong atau caliper atau juga dikenal sebagai sketmat pertama kali ditemukan pada tahun 1631 oleh seorang berkebangsaan prancis bernama Pierre Vernier. Caliper merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0.1 mm atau 0.01 cm. Jangka sorong memiliki berbagai ukuran dengan rentang pengukuran dari 100 mm hingga 3000 mm (4
Sigmatatau jangka sorong ini dapat digunakan untuk mengukur suatu benda yang membutuhkan hasil pengukuran yang presisi dengan keakuratan yang sangat tinggi, sampai dengan seperseratus milimeter. Sigmat atau jangka sorong yang memiliki ukuran panjang 12 inch (30cm) atau kurang, memiliki keakuratan mencapai 0,02mm.
Jangkasarong terdiri atas dua bagian, yaitu skala tetap dan skala nonius/skala vernier. Jangka sarong digunakan untuk mengukur panjang benda hingga 10 em. Jangka sarong memiliki ketelitian atau angka ketidakpastian hingga 0,05 mm atau 0,005 em. Sementara skala terkecil jangka sarong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.
Rahangdalam digunakan untuk mengukur diameter dalam atau sisi dalam suatu Pengukuran tuggal dengan menggunakan jangka sorong. No Nama Benda Ukuran 1 Bola-bola Kecil 20,0 cm 2 Diameter Luar Pipa Pengukuran dengan menggunakan jangka sorong No Nama Barang Yang Diukur Percobaan I II III IV V VI VII 1 Pipa 26,5 26,6 26,6 26,5 27,0 26,7 27,0
Meteranyang sering dipakai dalam pertukangan disebut roll meter yang dibuat dengan menggunakan bahan plat besi tipis yang pada umumnya mempunyai panjang 3 - 10 meter. Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang biasa dipakai untuk mengukur diameter suatu benda. Jangka sorong ditemukan oleh seorang ahli teknik yang bernama Pierre Vernier
Andadapat menggunakan alat ukur ini untuk mengukur diameter dalam, diameter luar, serta kedalaman suatu benda yang akan diukur. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang terdiri atas skala utama, skala nonius, rahang pengatur garis tengah dalam, rahang pengatur garis tengah luar, dan pengukur kedalaman.
Hasilpengukuran dengan mengunakan mikrometer (Gambar 4.4) biasanya lebih presisi dari pada menggunakan jangka sorong. Akan tetapi jangkauan ukuran mikrometer lebih kecil, yaitu sekitar 25 mm. Mikrometer memiliki ketelitian sampai dengan 0,01 mm. Jangkauan ukur mikrometer adalah 0-25 mm, 25-50 mm, 50-75 mm, dan seterusnya dengan selang 25
25. Materi Mata Jaring (Mesh Size) a. Kompetensi Materi Praktikan mampu menentukan ukuran mata jaring ada beberapa cara, salah satunya adalah dengan menggunakan penggaris, jangka sorong dan menghitung jumlah simpul per unit panjang jaring. b. Waktu Pertemuan Waktu pertemuan dalam praktikum laboratorium dilaksanakan selama 2 jam pelajaran.
CaraKedua Setting micrometer luar sesuai dengan ukuran yang didapatkan dengan jangka sorong yaitu pada ukuran 72,30mm. Letakkan replecement rod dan measuring point alat ukur Cylinder Bore Gauge ke dalam micrometer luar kemudian set "0" (menempatkan jarum pointer ke ukuran '"0") alat ukur Cylinder Bore Gauge nya. Cara Ketiga
08ayUt0. Halo adik-adik, udah tahu belum cara menggunakan jangka sorong? Nah, kebetulan banyak banget nih bertanya "Gimana sih kak cara menggunakan jangka sorong?" Daripada kakak jelasin ke mereka satu per satu, mending kakak buatkan saja materi ini supaya bisa dibaca banyak orang. Sebenarnya, kakak baru aja menuntaskan satu materi tentang jangka sorong yang membahas seputar bagian-bagian dari alat ukur ini. Di dalamnya, kakak menguraikan semua bagian penting jangka sorong beserta fungsi. Kalian bisa membacanya di sini Bagian Bagian Jangka Sorong. Di dalam materi tersebut, kakak juga singgung sedikit langkah-langkah penggunaan jangka sorong untuk tiga jenis pengukuran, yaitu diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman benda. Nah, di dalam materi ini kakak akan menjelaskannya lagi secara lebih rinci. Baiklah, kakak mulai saja materinya... Cara Menggunakan Jangka Sorong Materi cara menggunakan jangka sorong ini kakak bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama kakak sebut sebagai tahap persiapan, sedangkan bagian kedua kakak sebut sebagai tahap pengukuran. 1. Tahap Persiapan Pada tahap persiapan ini, hal-hal yang harus dilakukan adalah Ketahui Bagian-Bagian Jangka Sorong Alat ukur jangka sorong memiliki dua rahang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Rahang atas digunakan untuk mengukur diameter sisi dalam benda, sedangkan rahang bawah digunakan untuk mengukur diameter sisi luar benda. Pada bagian ekor, terdapat tungkai yang bisa diatur panjang pendeknya. Bagian ini berfungsi untuk mengukur kedalaman rongga atau celah benda. Selain itu, jangka sorong memiliki dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Pahami Skala Jangka Sorong Sebelum menggunakan jangka sorong, pastikan kalian telah memahami skala alat ukur ini. Secara umum, jangka sorong memiliki dua jenis skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala utama terletak pada batang utama jangka sorong yang tersambung dengan rahang tetap. Beberapa jenis jangka sorong, skala utamanya dinyatakan dengan dua satuan, yaitu mm/cm dan inci. Skala nonius jangka sorong terletak pada rahang geser atas dan bawah. Umumnya, skala nonius memiliki 2 satuan, yaitu pertama, satuan mm pada rahang bawah sejajar dengan satuan mm/cm skala utama dan kedua, satuan inci pada rahang atas sejajar dengan satuan inci skala utama. Kenali Ketelitian Jangka Sorong yang akan Digunakan Langkah selanjutnya sebelum menggunakan jangka sorong adalah kenali ketelitian jangka sorong yang akan digunakan. Penting diketahui, ada 3 jenis ketelitian jangka sorong yang saat ini sering dipakai dalam proses pengukuran, yaitu 0,1 mm, 0,05 mm, dan 0,02 mm. Masing-masing jangka sorong tersebut bisa dikenali dari jumlah garis pada skala nonius. Jangka sorong dengan ketelitian 0,1 mm memiliki 10 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,1 mm. 0,05 memiliki 20 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,05 mm. 0,02 memiliki 50 garis skala nonius, artinya satu garis dengan garis berikutnya pada skala nonius berjarak 0,02 mm. Kendurkan Sekrup Pengunci Jangka Sorong Jangka sorong pada umumnya dilengkapi dengan sekrup pengunci. Sebelum memulai pengukuran, kendurkan pengunci tersebut dengan cara memutarnya ke kiri berlawanan arah jarum jam. Putar sekrup ke arah sebaliknya searah jarum jam untuk mengencangkannya kembali. Atur Rahang Di Posisi Nol Sebelum melakukan proses pengukuran, sebaiknya atur rahang pada posisi nol dengan cara merapatkan kedua rahang, dorong rahang geser menuju rahang tetap. Langkah ini berguna untuk mengetahui keakuratan alat, apakah masih menunjuk di titik nol atau tidak. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh alat. Siapkan Benda yang Akan Diukur Sebelum memulai pengukuran, siapkan benda yang akan diukur. Bersihkan benda dari segala kotoran yang menempel agar tidak mengganggu kontak alat dengan benda. Hal ini bertujuan agar hasil pengukuran yang didapatkan presisi dan akurat. 2. Tahap Pengukuran Setelah keseluruhan tahap di atas sudah dilaksanakan, maka pengukuran bisa dimulai. Berikut ini adalah cara menggunakan jangka sorong untuk mengukur diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman benda Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Diameter Luar Benda Untuk melakukan pengukuran diameter luar benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Geserlah rahang bawah geser jangka sorong ke kanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang antara rahang geser dan rahang tetap Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang. Geserlah rahang geser ke kiri sedemikian sehingga benda yang akan diukur terjepit oleh kedua rahang. Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Diameter Dalam Benda Untuk melakukan pengukuran diameter dalam benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sesuaikan lebar rahang atas dengan menggeser rahang geser ke kiri atau ke kanan agar bisa dimasukkan ke dalam rongga benda yang akan diukur. Masukkan rahang atas ke dalam rongga benda. Geserlah rahang geser ke kanan sedemikian sampai menyentuh sisi dalam benda ukur. Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Menggunakan Jangka Sorong untuk Mengukur Kedalaman Benda Untuk melakukan pengukuran kedalaman benda dengan jangka sorong, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut Sesuaikan panjang pendek tungkai ukur kedalaman dengan menggeser rahang geser ke atas atau ke bawah. Masukkan tungkai ukur kedalaman ke dalam lubang/rongga benda yang akan diukur. Atur kembali panjang pendek tungkai sampai dirasa pas sambil mengatur posisi vertikal jangka sorong, pastikan berdiri tegak, tidak miring. Putar sekrup pengunci agar tungkai tidak bergerak lagi. Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius. Cara Membaca dan Menghitung Hasil Pengukuran Jangka Sorong Ingat, ada dua 2 skala yang harus dibaca, yaitu skala utama dan skala nonius. Berikut ini caranya Tentukan Nilai pada Skala Utama Untuk membaca hasil pengukuran jangka sorong, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membaca nilai yang ditunjukkan pada skala utama. Cara menentukannya adalah perhatikan garis skala utama yang sejajar atau berimpit dengan garis nol 0 pada skala nonius, maka itulah nilai atau angka skala utama. Apabila tidak ada yang pas sejajar/berimpit, maka carilah garis skala utama yang paling sejajar/berimpit dengan garis nol skala nonius tersebut. Tentukan Nilai pada Skala Nonius Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai pada skala nonius. Carilah garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala utama, maka itulah nilai skala nonius. Jika tidak ada yang tepat berimpit, maka carilah garis skala nonius yang paling berimpit dengan garis skala utama. Gabungkan Nilai Skala Utama dan Skala Nonius Jumlahkan nilai skala utama dan skala nonius, maka didapatlah hasil akhir pengukuran. Gimana adik-adik, udah paham kan materi cara menggunakan jangka sorong ini? Nah, materi tentang jangka sorong akan kakak lanjutkan di kesempatan berikutnya. Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Unduh PDF Unduh PDF Jangka sorong vernier caliper adalah alat yang digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam benda ataupun bagian luarnya, dan juga untuk mengukur kedalaman lubang, celah, dll.. Alat ini memungkinkan Anda mendapatkan hasil pengukuran yang lebih tepat daripada yang Anda dapatkan dengan penggaris/pita pengukur biasa. Artikel wikiHow ini akan menjelaskan cara menggunakan dan membaca jangka sorong. 1Pahami bagian-bagian jangka sorong. Sebuah jangka sorong memiliki rahang utama/tetap bagian bawah yang lebih besar digunakan untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda, dan rahang yang lebih kecil bagian atas digunakan untuk mengukur diameter dalam benda. Beberapa model jangka sorong juga memiliki pengukur kedalaman. Skala utama tetap pada tempatnya, sedangkan skala vernier skala nonius adalah sebutan untuk skala geser/sorong yang juga berfungsi membuka dan menutup rahang. 2 Bacalah skala pada jangka sorong. Setiap skala pada jangka sorong dibaca seperti halnya pada penggaris biasa. Pada dasarnya, jangka sorong memiliki skala utama yang ditandai dengan angka dalam satuan inci atau sentimeter, ditambah pembagian lebih kecil di antaranya. Skala geser vernier seharusnya memiliki tanda angka di atasnya untuk menunjukkan ukuran skala yang mewakili. Jika pada skala geser tidak dituliskan angka, Anda dapa berasumsi bagian-bagian angka tersebut mewakili 1/10 dari pembagian terkecil pada skala utama. Sebagai contoh, jika garis terkecil pada skala utama menunjukkan 0,1 inci maka setiap bagian angka pada skala vernier mewakili 0,01 inci. Skala utama adalah "ukuran asli," sementara skala geser diperbesar untuk pembacaan yang mudah. Sistem perbesaran memungkinkan jangka sorong mengukur lebih tepat daripada sebuah penggaris. 3 Periksa skala dari bagian-bagian terkecil. Sebelum membuat pengukuran, hitunglah jumlah garis di antara dua angka pada skala vernier. Gunakan garis tersebut untuk menentukan berapa ukuran yang terwakili oleh setiap garis terkecil. Sebagai contoh, angka pada skala vernier menunjukkan 0,1 inci, dan ada lima garis tidak berangka di antaranya. 0,1 inci ÷ 5 = 0,02 inci, jadi setiap garis tidak berangka mewakili 0,02 inci. 4Bersihkan benda yang akan diukur. Bersihkan benda dengan lap untuk memastikan tidak ada lemak/minyak yang menempel, dan tidak ada apa pun yang akan mengganggu pengukuran yang akurat. 5 Bukalah kunci sekrup. Jika jangka sorong Anda memiliki sekrup pengunci, kendurkan sebelum Anda memulai ke kanan searah jarum jam akan mengencangkannya, sedangkan memutar ke kiri berlawanan arah jarum jam akan mengendurkannya. 6 Tutuplah rahang jangka sorong. Sebelum mengukur apa pun, tutup/rapatkan rahang dan tahan pembacaan pada angka nol sehingga Anda akan mendapatkan ukuran yang tepat. Jika tidak, saat Anda melakukan pengukuran tidak akan memulai dengan skala yang berimpit pada angka nol, dan karenanya Anda harus mengoreksi kesalahan nol zero error—kesalahan pengukuran akibat skala alat tidak berada pada posisi angka nol.[1] Sebagai contoh, jika nol pada skala geser vernier berimpit dengan 1 mm pada skala tetap utama, Anda memiliki kesalahan nol positif yaitu +1 mm. Kurangkan 1 mm dari semua hasil pengukuran untuk mendapatkan hasil yang benar. Jika angka nol pada skala geser berada terlalu ke kiri dari nol pada skala utama, Anda memiliki kesalahan nol negatif. Geserlah rahang sehingga berimpit dengan nol, sementara memperhatikan tanda angka untuk melihat ukuran dari kesalahan. Sebagai contoh, jika tanda 0,5 mm bergerak dari angka 1 mm kira-kira ke posisi 2,1 mm, kesalahan nol adalah -2,1 - 1, atau -1,1 mm. Tambahkan 1,1 mm ke semua hasil pengukuran untuk memperbaikinya. Iklan 1Geserlah salah satu rahang untuk menjepit benda yang hendak diukur. Jangka sorong memiliki dua jenis rahang. Rahang yang lebih besar menjepit sekeliling benda, untuk mengukur bentangan/ketebalannya. Rahang yang lebih kecil ditempatkan ke dalam bukaan/lubang benda, kemudian dapat ditekan untuk mengukur diameter bagian dalam lubang dari benda tersebut. Anda dapat menyesuaikan pasangan rahang tersebut dengan cara menggeser skala yang lebih kecil skala geser/vernier/nonius. Setelah Anda mendapatkan salah satu rahang pada posisinya, kencangkan sekrup pengunci jika ada. 2 Bacalah skala utama yang berimpit dengan angka nol pada skala geser. Pada prinsipnya, skala utama pada jangka sorong menunjukkan angka bulat ditambah angka desimal persepuluhan yang pertama.[2] Bacalah pengukuran angka nol pada skala geser vernier sebagaimana Anda membaca penggaris biasa. Sebagai contoh, jika nol 0 pada skala geser segaris dengan angka 2 inci, hasil pengukuran Anda adalah 2 inci. Jika angka tersebut berimpit melewati angka 2 inci lebih enam persepuluh 6/10, hasil pengukuran Anda adalah 2,6 inci. Jika hasilnya di antara dua garis, cukup gunakan nilai yang lebih kecil. Jangan berusaha untuk memperkirakan nilai antara kedua garis tersebut. 3 Bacalah skala vernier. Carilah garis pertama pada skala vernier yang berimpit secara sempurna dengan garis mana pun pada skala utama. Garis tersebut menunjukkan nilai dari digit tambahan. Sebagai contoh, angka 14 pada skala vernier berimpit dengan sebuah garis pada skala utama. Katakanlah garis tersebut mewakili tambahan 0,01 inci. Jadi, angka 14 mewakili 0,014 inci. Pembacaan tersebut menjadikan tidak ada perbedaan garis mana pada skala utama yang berimpit. Kita telah mengambil pembacaan dari skala utama. Jadi, jangan melakukan pembacaan lain. 4 Jumlahkan kedua angka yang diperoleh. Jumlahkan hasil pembacaan dari skala utama dan skala vernier untuk mendapatkan jawaban akhir. Pastikan Anda menggunakan satuan yang benar sesuai yang tercantum pada setiap skala. Jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan jawaban yang benar. Dalam contoh, kita mengukur 2,6 inci pada skala utama, dan 0,014 inci pada skala vernier. Hasil pengukuran akhir adalah 2,614 inci. Angka tersebut tidak selalu segaris secara rapi/tepat. Sebagai contoh, jika skala utama dalam satuan sentimeter terbaca 0,85 dan skala vernier 0,01 cm terbaca 12, penjumlahan keduanya akan menghasilkan 0,85 + 0,012 = 0,862 cm. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
⏩Temukan ragam contoh soal jangka sorong dan jawabannya lengkap dengan pembahasan⭐ Kumpulan soal terbaru di tahun ini☑️ Pentingnya pemahaman dan penerapan jangka sorong dalam pengukuran dimensi tidak dapat diabaikan dalam berbagai bidang seperti teknik, manufaktur, dan ilmu pengetahuan. Untuk membantu memperkuat pemahaman kita tentang penggunaan jangka sorong, berikut ini adalah kumpulan contoh soal yang menantang serta pembahasannya. Soal-soal ini dirancang untuk melatih kemampuan dalam mengukur dengan akurasi tinggi menggunakan jangka sorong serta memahami konsep dan rumus yang terkait. Dengan menguasai pemahaman ini, diharapkan kita dapat mengaplikasikan jangka sorong dengan tepat dan efektif dalam berbagai situasi pengukuran yang kompleks. Bersiaplah untuk mengasah keterampilan pengukuran dan tantang diri Anda dengan soal-soal yang menarik ini! Contoh Soal Menghitung Jangka SorongContoh Soal Jangka Sorong Pilihan Ganda Contoh Soal Menghitung Jangka Sorong Berikut kami paparkan 10 contoh soal jangka sorong yang dikemas dalam soal cerita lengkap dengan jawaban pembahasannya untuk bahan refrensi belajar anda. Soal 1 Sebuah balok diukur lebarnya menggunakan vernier caliper dan mendapatkan hasil seperti gambar dibawah ini. Berapakah lebar balok tersebut ? Pembahasan Garis disebelah atas menunjukkan skala utama, sedangkan garis di sebelah bawah merupakan skala nonius skala tambahan. Jadi pengukuran diatas menggunakan satuan CM. Dan jarak antar tiap garis pada skala utama adalah 1 cm. Maka Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius Angka 0 pada skala nonius berada diantara dan 2, sehingga skala utama = cm Garis pada skala nonius yang berhimpit dengan garis skala utama adalah garis ke-8, sehingga skala nonius = 8 x cm = cm. cm = mm merupakan batas ketelitian vernier caliper Sehingga hasil pengukuran = cm + cm = cm Soal 2 Siswa dari SMP Negeri 1 Malang mendapatkan tugas untuk mengukur ketebalan plat baja menggunakan vernier caliper yang mana diperoleh hasil seperti gambar dibawah ini. Berapakah ketebalan plat baja yang diukur siswa tersebut ? Pembahasan Untuk mulai menghitung, langkah pertama yang harus anda lakukan ialah memperhatikan garis pendek yang berhimpit diantara skala utama dan skala nonius lihat gambar Dari gambar tersebut diperoleh Skala utama = 0,9 cm Skala nonius = 8 x 0,01 = 0,08 cm Hasil pengukuran = 0,9 + 0,08 cm = 0,98 cm = 9,8 mmJadi ketebalan plat baja yang diukur siswa SMP Negeri 1 Malang adalah 9,8 mm Soal 3 Berapakah panjang benda yang diukur jika nilai skala utama dan skala nonius terlihat seperti gambar dibawah ini ? Pembahasan Lingkaran biru = 5,3 cm Lingkaran merah = 5 x = cm Hasil pengukuran = 5,3 + = 5,35 cm Soal 4 Sebuah logam diukur menggunakan mistar sorong dan memiliki nilai pengukuran seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Tentukan nilai hasil pengukurannya! Pembahasan Skala Utama = 1,4 cm Skala Nonius = 3,5 Skala Terkecil = 0,05 mm Hasil Pengukuran = 1,4 cm + 3,5 × 0,05 mm = 1,4 cm + 0,175 mm = 1,4 cm + 0,0175 cm = 1,4175 cm Soal 5 Jika hasil pengukuran yang dihasilkan dengan mistar sorong adalah 4,35 cm, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar menurut kaidah ilmiah adalah? Pembahasan Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai x = xo ± Δx Dengan xo = hasil pengukuran yang terbaca Δx = ketidakpastian alat ukur. Jika menggunakan mistar, maka ketidakpastiannya adalah 0,05 cm. Dengan demikian, penulisan laporan hasil pengukuran yang benar adalah 4,35 ± 0,05 cm. Soal 6 Mengukur panjang suatu benda dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 5,6 cm. Berapakah hasil pengukuran tersebut dalam milimeter mm? Jawaban 56 mm Pembahasan Karena 1 cm = 10 mm, maka hasil pengukuran 5,6 cm dapat dikonversi menjadi 56 mm. Soal 7 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 150 mm dan skala nonius dengan 10 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 12 mm dan angka pada skala nonius adalah 5,2 mm, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? Jawaban 125,2 mm Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 12 mm × 10 + 5,2 mm = 125,2 mm. Soal 8 Diameter suatu poros diukur menggunakan jangka sorong dan diperoleh hasil pengukuran sebesar 4,8 mm. Berapakah diameter poros tersebut dalam satuan inci in? Gunakan 1 in = 25,4 mm Jawaban 0,189 in Pembahasan Karena 1 in = 25,4 mm, maka hasil pengukuran 4,8 mm dapat dikonversi menjadi 4,8 mm ÷ 25,4 mm/in ≈ 0,189 in. Soal 9 Pada jangka sorong, angka pada skala utama adalah 8 mm dan angka pada skala nonius adalah 0,35 mm. Berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? Jawaban 8,35 mm Pembahasan Hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Dengan substitusi angka yang diberikan, akan diperoleh 8 mm + 0,35 mm = 8,35 mm. Soal 10 Mengukur ketebalan suatu pelat logam dengan jangka sorong dan diperoleh hasil pengukuran sebesar 2,5 mm. Berapakah hasil pengukuran tersebut dalam satuan inci in? Jawaban 0,098 in Pembahasan Karena 1 in = 25,4 mm, maka hasil pengukuran 2,5 mm dapat dikonversi menjadi 2,5 mm ÷ 25,4 mm/in ≈ 0,098 in. Contoh Soal Jangka Sorong Pilihan Ganda Berikut adalah 10 soal pilihan ganda mengenai jangka sorong beserta jawaban dan pembahasannya Soal 11 Ada berapa fungsi utama alat ukur jangka sorong? A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 Jawaban B. 2 Pembahasan Jangka sorong memiliki dua fungsi utama yaitu pengukuran dimensi dan pengukuran diameter. Soal 12 Satuan yang umum digunakan dalam jangka sorong adalah… A. Meter m B. Centimeter cm C. Milimeter mm D. Kilometer km Jawaban C. Milimeter mm Pembahasan Satuan yang umum digunakan dalam jangka sorong adalah milimeter mm untuk mengukur dengan presisi yang tinggi. Soal 13 Berapa skala terkecil pada jangka sorong? A. 0,01 mm B. 0,1 mm C. 1 mm D. 10 mm Jawaban A. 0,01 mm Pembahasan Skala terkecil pada jangka sorong biasanya mencapai pembagian 0,01 mm untuk hasil pengukuran yang sangat presisi. Soal 14 Apa fungsi skala nonius pada jangka sorong? A. Menunjukkan ukuran pada skala utama B. Mengukur diameter C. Memberikan pembacaan yang lebih presisi D. Mengunci lengan yang dapat digerakkan Jawaban C. Memberikan pembacaan yang lebih presisi Pembahasan Skala nonius pada jangka sorong digunakan untuk memberikan pembacaan yang lebih presisi dibandingkan hanya menggunakan skala utama. Soal 15 Selain jangka sorong, alat lain yang sering digunakan untuk mengukur dengan presisi adalah… A. Penggaris B. Meteran C. Mikrometer D. Thermometer Jawaban C. Mikrometer Pembahasan Mikrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, khususnya untuk ukuran yang sangat kecil. Soal 16 Rumus untuk menghitung hasil pengukuran pada jangka sorong adalah… A. Ukuran = N × skala utama B. Ukuran = N × skala nonius C. Ukuran = N × skala utama + m × skala nonius D. Ukuran = N + m Jawaban C. Ukuran = N × skala utama + m × skala nonius Pembahasan Rumus tersebut menggabungkan kontribusi dari skala utama dan skala nonius dalam menghitung hasil pengukuran pada jangka sorong. Soal 17 Jangka sorong juga dikenal dengan sebutan… A. Kumpas B. Meteran C. Galvanometer D. Mikroskop Jawaban A. Kumpas Pembahasan Jangka sorong juga dikenal dengan sebutan kumpas dalam bahasa Indonesia. Soal 18 Jangka sorong digunakan untuk mengukur… A. Suhu B. Kecepatan C. Waktu D. Dimensi objek Jawaban D. Dimensi objek Pembahasan Jangka sorong digunakan untuk mengukur dimensi objek seperti panjang, lebar, ketebalan, dan diameter dengan akurasi tinggi. Soal 19 Pada jangka sorong, angka pada skala nonius menunjukkan… A. Angka desimal B. Angka bulat C. Angka pecahan D. Angka negatif Jawaban A. Angka desimal Pembahasan Angka pada skala nonius pada jangka sorong menunjukkan angka desimal yang memberikan fraksi dari satuan pengukuran yang lebih kecil. Soal 20 Jangka sorong memiliki dua lengan, yaitu lengan tetap dan… A. Lengan pengunci B. Lengan penunjuk C. Lengan gerak D. Lengan penahan Jawaban C. Lengan gerak Pembahasan Jangka sorong memiliki dua lengan, yaitu lengan tetap dan lengan gerak yang dapat digerakkan untuk mengukur objek dengan presisi. Soal 21 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 200 mm dan skala nonius dengan 20 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 150 mm dan angka pada skala nonius adalah 6,5 mm, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? A. 156,5 mm B. 165 mm C. 172 mm D. 180,5 mm Jawaban A. 156,5 mm Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 150 mm + 6,5 mm = 156,5 mm. Soal 22 Mengukur diameter suatu baut dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 8,3 mm. Berapakah jari-jari dari baut tersebut? A. 4,15 mm B. 4,3 mm C. 4,6 mm D. 4,8 mm Jawaban A. 4,15 mm Pembahasan Diameter baut adalah dua kali jari-jari. Oleh karena itu, jari-jari baut dapat dihitung sebagai setengah dari hasil pengukuran, yaitu 8,3 mm ÷ 2 = 4,15 mm. Soal 23 Jangka sorong memiliki skala utama hingga 6 inci dan skala nonius dengan 50 pembagian. Jika angka pada skala utama adalah 4,5 inci dan angka pada skala nonius adalah 0,32 inci, berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini? A. 4,82 inci B. 4,82 mm C. 4,82 cm D. 4,82 ft Jawaban A. 4,82 inci Pembahasan Dalam rumus jangka sorong, hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Substitusi angka yang diberikan akan menghasilkan 4,5 inci + 0,32 inci = 4,82 inci. Soal 24 Mengukur ketebalan suatu lembar kertas dengan jangka sorong diperoleh hasil pengukuran sebesar 0,03 mm. Berapakah ketebalan lembar kertas tersebut dalam satuan meter m? A. 0,00003 m B. 0,0003 m C. 0,003 m D. 0,03 m Jawaban A. 0,00003 m Pembahasan Karena 1 mm = 0,001 m, maka hasil pengukuran 0,03 mm dapat dikonversi menjadi 0,03 mm × 0,001 m/mm = 0,00003 m. Soal 25 Pada jangka sorong, angka pada skala utama adalah 2 cm dan angka pada skala nonius adalah 0,28 mm. Berapakah hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ini dalam satuan meter m? A. 0,0228 m B. 0,2028 m C. 0,022 cm D. 0,202 cm Jawaban B. 0,2028 m Pembahasan Hasil pengukuran dapat dihitung sebagai N × skala utama + m × skala nonius. Dengan substitusi angka yang diberikan, akan diperoleh 2 cm + 0,28 mm × 0,001 m/mm = 0,2028 m. Demikianlah kumpulan contoh soal jangka sorong dan jawabannya yang bisa wikielektronika ulas untuk anda semuanya. Dengan menguasai dan mempraktikkan contoh-contoh soal jangka sorong yang telah diberikan, diharapkan pembaca dapat meningkatkan keahlian dan kepercayaan diri dalam mengoperasikan jenis alat ukur ini. Kemampuan dalam mengukur dengan akurasi tinggi adalah keterampilan yang sangat penting dalam berbagai industri dan disiplin ilmu. Jangka sorong, dengan kelebihan presisi dan fleksibilitasnya, menjadi alat yang tak ternilai dalam menjawab kebutuhan pengukuran yang detail dan teliti. Dengan melatih dan memahami berbagai aspek penggunaan jangka sorong, kita dapat memastikan bahwa hasil pengukuran kita akurat, konsisten, dan dapat diandalkan. Jangan lupa bahwa pemahaman konsep dan praktik pengukuran dengan jangka sorong memerlukan latihan yang konsisten dan kesabaran. Teruslah berlatih, dan seiring berjalannya waktu, penggunaan jangka sorong akan menjadi semakin nyaman dan terasa alami. Dengan mempelajari dan mempraktekkan contoh-contoh soal jangka sorong, kita dapat memperkuat fondasi pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kita dalam dunia pengukuran.